Berani Membuka Diri Jadi Kunci Sukses Alumni HI

Jakarta – Lulusan Hubungan Internasional (HI) perlu membuka diri terhadap setiap peluang kerja yang ada. Keunggulan yang dimiliki lulusan HI diyakini menjadi pintu awal kesuksesan berkarier. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi diri di samping aspek akademis menjadi hal penting yang perlu dilakukan sejak masa bangku perkuliahan.

“Kompetensi utama yang dibutuhkan ialah pemecahan masalah dan kepemimpinan atau leadership, termasuk kemampuan memimpin diri sendiri. Yang juga tidak kalah penting adalah kompetensi teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidangnya. Ke depannya, kompetensi teknis ini dapat dipelajari,” ujar Human Resources (HR) Business Partner Pegadaian, Tiara Danarianti, pada seri kedua DiskusHI dengan topik “Karir Sip lulusan SIP” melalui aplikasi zoom, Sabtu (18/7).

Alumni HI Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2006 ini menilai, lulusan HI memiliki keunggulan pada kemampuan adaptasi yang baik serta merupakan pembelajar yang cepat. Hal yang perlu diasah sesuai kebutuhan perusahaan, sambungnya, adalah kekuatan presentasi, komunikasi, dan kolaborasi atau kerja sama tim. Aktif berorganisasi dapat menjadi salah satu media pembelajaran.

“Saat ini semua organisasi sedang bertransformasi ke arah digital. Penting bagi kita untuk bisa menyesuaikan dengan kecepatan kerja itu, Adaptability and agility are the keys,” ungkapnya.

Sementara itu, Founder/CEO Pameo.co, Abie Zaidannas, meyakini bahwa peluang kerja lulusan HI begitu luas. Kesuksesan dalam karier, lanjutnya, bisa didapatkan melalui profesionalisme dan kredibilitas yang dibangun.

“Jangan sampai kita anak HI hanya terjebak pada profesi diplomat. Ada glory di karier lain. Selama itu bisa membuat kita senang dan tumbuh secara personal dan profesional, karier tersebut akan membuka peluang untuk kita,” ujar Abie yang merupakan alumni HI UGM angkatan 2010.

Pria yang juga Co-Founder dari GoodCV.xyz ini menyebutkan, ada tiga faktor yang harus diperhatikan saat membangun karier, yaitu learning, networking, dan earning. Ketiganya akan semakin melengkapi kompetensi yang didapatkan selama kuliah. Selain itu, belajar dan memiliki mentor yang lebih senior akan semakin mengasah kemampuan diri.

“Delapan puluh persen pekerjaan ditemukan lewat networking. Carilah mentor yang bisa diajak berbagi pengalaman sekaligus konsultasi pekerjaan. Salah satunya bisa melalui Keluarga Alumni Hubungan Internasional (KAHIGAMA) yang memiliki banyak mentor di berbagai bidang,” ujar Abie yang juga aktif mendesain brand identity sejumlah perusahaan.

Pada akhir sesi, Ketua Umum KAHIGAMA Nia Sarinastiti menekankan bawah semua orang memiliki keunikan masing-masing. Dirinya pun meyakini bahwa selalu ada ruang untuk tumbuh.

Be sure of yourself and what you can do. Itulah yang akan jadi modal untuk Anda bekerja sampai kapanpun,” tutup Nia.

Sesi DiskusHI seri kedua dimoderatori oleh Anindita Haryanto, alumni HI UGM 2011 yang bekerja sebagai Asisten Analis di Bank Indonesia. Seri-seri berikutnya akan kembali hadir dengan tema bidang karier berbeda. Kegiatan yang didukung KAHIGAMA ini adalah media berbagi, berjejaring, dan berkolaborasi kepada sesama alumni maupun mahasiswa HI.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *