Seri Perdana DiskusHI Bahas Karir Alumni di Dunia Startup

JAKARTA – Ilmu Hubungan Internasional (HI) menjadi modal penting dalam membangun karir di dunia Perusahaan Rintisan (Startup). Berani bereksperimen, berinovasi, dan beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang akan melengkapi berbagai ilmu yang didapatkan selama duduk di bangku perkuliahan.

“Lulusan ilmu HI memiliki skill yang berharga saat bekerja di dunia Startup, yakni kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan berpikir kritis,” ungkap alumni HI Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2007, Nafisah Wulandari, yang kini bekerja sebagai District Head for International Partnership Traveloka, pada seri perdana DiskusHI via zoom webinar dengan topik “Karir Alumni HI di Dunia Startup”, Jumat (26/6).

Nafisah, yang akrab disapa Wulan, menilai bahwa bisnis digital saat ini sedang berkembang pesat dan menjanjikan. Banyak hal mulai betransformasi ke sektor digital. Perempuan yang melanjutkan pendidikan di European Master in Tourism Management dengan beasiswa Erasmus Mundus ini pun menegaskan bahwa mereka yang ingin terjun di dunia startup perlu memiliki dedikasi, independensi, sikap rendah hati, dan kejujuran intelektual.

“Pada dasarnya, startup bertujuan untuk scale up and grow exponentially. Artinya, pekerjaan tidak akan menunggu kita untuk bergerak, melainkan kita yang harus selalu aktif dalam melihat peluang-peluang bisnis dan terus berinovasi,” tegasnya.

Sementara itu, alumni HI UGM angkatan 2008 yang kini bekerja sebagai Head of Product e-Fishery, Ivan Nashara, mengungkapkan dirinya mulai berkenalan dengan dunia startup saat bergabung dalam komunitas inkubasi bisnis digital bernama Jogja Digital Valley (JDV). Bertemu para pendiri dan pegiat startup membuat Ivan belajar memiliki growth mindset, yakni berani bereksperimen, merealisasikan ide, dan mempelajari hal baru.

“Bekerja di startup itu juga harus ambisius untuk terus belajar hal baru dan menyelesaikan tantangan. Dunia akan terus berubah, sehingga harus mau untuk take extra miles dalam menghadapi turbulensi dalam perjalanan karir,” ungkap Ivan yang memulai karirnya di e-Fishery pada 2015 lalu.

Ivan menambahkan, lulusan HI dianggap memiliki kepekaan sosial dalam menjawab aspek “why” yang menjadi faktor penting untuk memastikan aspek berkelanjutan dan dampak sosial dari bisnis digital. Meski demikian, dirinya mengingatkan agar kemampuan tersebut harus terus diasah dan ditingkatkan.

Di akhir diskusi, para alumni berpesan agar para fresh graduate yang tertarik memulai karir di industri startup harus jeli dalam membangun jejaring, mencari mentor yang tepat, dan memahami visi jangka panjang perusahaan untuk terus berkembang. Mereka juga harus terbuka terhadap perubahan.

Seri perdana DiskusHI diinisiasi oleh HI Tech Club dan dimoderatori oleh alumni HI UGM angkatan 2010 yang kini bekerja sebagai Product Manager di KitaBisa.com, Bara Brahmantika. HI Tech Club merupakan komunitas para alumni HI UGM yang bekerja di dunia startup dan memiliki ketertarikan untuk mengembangkan sektor bisnis digital. Kegiatan DiskusHI yang didukung Keluarga Alumni Hubungan Internasional Gadjah Mada (KAHIGAMA) menjadi media bagi para alumni HI UGM untuk berbagi wawasan dan pengalaman profesional kepada sesama alumni maupun mahasiswa HI.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *